Terminologi Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu konsep yang telah sering digunakan namun sukar dijelaskan artinya. Factor yang berbeda menyebabkan sukarnya mendefinisikan kesehatan, kesakitan dan penyakit. Meskipun begitu, kebanyakan sumber ilmiah setuju bahwa definisi kesehatan apapun harus mengandung paling tidak komponen biomedis, personal dan sosiokultural. Secara harfiah, konsep ini adalah suatu idealisasi yang tidak menganggap bahwa tidak tercapainya kesejahteraan yang sementara merupakan kekuatan yang mendorong perilaku manusia dalam kehidupan yang normal. Konsep ini kurang memandang kesehatan sebagai suatu proses dan tidak memiliki kesamaan dengan komponen khusus kesehatan. Meskipun demikian, dengan merubah focus terhadap aspek positif kesehatan dan memperluas lingkup dimensionalnya, definisi WHO memberikan pengaruh yang besar. Sebagai contohnya, hal ini mendorong yang lain untuk menjelaskan definisi tersebut.
Sabtu, 14 Mei 2011
pola prilaku
Pola Perilaku
Penelitian-penelitian yang terbaru banyak dilakukan untuk meneliti factor-faktor kepribadian dan atau pola-pola perilaku sebagai factor resiko untuk penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler.
Penelitian-penelitian yang terbaru banyak dilakukan untuk meneliti factor-faktor kepribadian dan atau pola-pola perilaku sebagai factor resiko untuk penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler.
| 1. | Perilaku tipe A Tipe A pertama kali digambarkan secara jelas dan diukur oleh Friedman dan Rosenman di tahun 1959. aslinya hal ini digambarkan sebagai gaya perilaku dan emosi. Sekarang beberapa penulis memandang tipe A sebagai cirri sifat kepribadian yang pasti, sementara yang lain menggambarkan hal ini sebagai pola penggiatan perilaku yang kuat dan terus menerus yang biasanya merupakan dimulai dari diri sendiri. Tipe A meliputi disposisi perilaku, perilaku dan rsepon emosional yang khusus. Kebanyakan para penulis setuju dengan adanya tiga ciri-ciri utama tipe A :
| ||||||
| 2 kali lipat untuk mengalami CHD. Sebagai tambahan, orang-orang tipe A memiliki gaya coping terhadap stress yang berbeda dan lebih cenderung untuk menggunakan control terhadap lingkungan mereka. Bagaimanapun sejak tahun 1980-an hasil-hasil riset menjadi lebih membingungkan dan banyak peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara perilaku tipe A dan penyakit jantung koroner sama sekali. Walaupun besarnya kesulitan-kesulitan dalam pengukuran perilaku tipe A, malahan definisi operasional perlu diperkuat dan penelitian epidemiologis masa depan harus mengusahakan secara prospektif memvalidasi komponen-komponen tipe A melawan perkembangan CHD. Tipe A juga telah diteliti pada anak-anak dan remaja. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tipe A lebih reaktif terhadap stress daripada anak-anak yang non tipe A. Pada umunya, anak-anak pria lebih memiliki kemungkinan meniru perilaku tipe A dan orang tua mereka daripada anak-anak perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa tipe A berkembang sebagai interaksi antara keturunan dan gaya pengasuhan. Selanjutnya Nay & Wagner mengetahui bahwa anak-anak tipe A memiliki harga diri lebih rendah, lebih eksternal locus of controlnya dan tingkat kecemasan lebih tinggi daripada teman-teman yang bukan tipe A. Mekanisme coping terhadap stress dan tipe kognisi juga mungkin berbeda antara subjek tipe A dan tipe B. | |||||||
| 2. | Kepribadian ketabahan Hardiness Tipe kepribadian atau pola perilaku lain yang sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah ketabahan (hardiness atau hardy personality) sebuah gagasan konsep dari kobasa. Konseptualisasinya tentang hardiness sebagai tipe kepribadian yang penting sekali pada perlawanan terhadap stress, didapat dari teori eksistensial kepribadian. Dia mulai dengan adanya perbedaan-perbedaan interpersonal dalam control pribadi dan mengkombinasikan variable ini dengan yang lain, agar dapat dihasilkan tipe kepribadian yang lebih komprehensif. Hardiness memasukkan tiga sifat dasar :
| ||||||
| Hardiness dianggap menjaga seseorang tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian hidup yang penuh stress. Meskipun Kobasa sendiri dan ahli lain menekankan bukti penelitian yang kuat yang mendukung keadaan dan relevansi hardiness, ada juga banyak kritik. Kritikan yang diberikan pada kepribadian tipe A berlaku pul untuk tipe hardiness; operasionalisasi komponen tersebut nampak sulit, tidak semua dari komponen membantu prediksi hasil kesehatan (misalnya tantangan) dan masalah utama tentang perannya penengah dalam kondisi dan perilaku kesehatan seseorang tidak terjawab dengan tuntas. | |||||||
| 3. | Lain-lain Optimisme dan perasaan pertalian akhir-akhir ini telah untuk melihat kemampuannya dalam ramalan penyembuhan pembedaan. Keduanya ditemukan sangat mampu meramalkan perbaikan dalam aspek-aspek positif dari penyembuhan setelah mengontrol tingkat pre pembedahan. Perasaan pertalian ditemukan menjadi predictor lebih penting dari pada optimisme dalam konteks ini. Bagaimanapun kedua factor kepribadian ini tidak memprediksikan perbaikan dalam penderitaan atau nyeri, dekat dengan factor perasaan pertalian adalah konsep integrity. Sampai sekarang tipe kepribadian yang lain belum dapat dijelaskan dengan gambling seperti halnya tipe A dan tipe ketabahan. Jelaskan, ditemukan banyak overlap antara konsep tersebut dan metode ukuran kurang konsisten. Disamping itu, masih ada kebutuhan untuk penelitian prospektif yang menyelidiki kualitas interaktif dari factor kepribadian tersebut, dengan variable kepribadian lainnya dan variable lingkungan. Kami akan memberi satu contoh yang menggambarkan kompleksitas factor-faktor kepribadian tersebut. Telah dinyatakan bahwa aspek-aspek hardiness meliputi aspek optimisme. Dalam gilirannya, optimisme telah diteliti dari perspektif atribusi; beberapa pengarang menyatakan bahwa optimisme dikaitkan dengan gaya atribusi seseorang. Atribusi-atribusi pada gilirannya, dikaitkan dengan keinginan untuk mengontrol lingkungan. Dan ini sebenarnya merupakan satu dari konsep dasar hardiness. Jadi, melangkah dari satu gaya kepribadian ke gaya kepribadian lain, kita tinggal dalam lingkaran setan. Jelaslah masih perlu banyak penelitian untuk menjelaskan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dengan hasil kesehatan. |
peran psikologi klinis
Peranan Psikologi Klinis
Tugas professional seorang psikolog klinis adalah mengimplementasikan prinsip dasar psikologis klinis sebagai ilmu terapan. Berkaitan dengan tugas ini, ada beberapa peranan yang dimiliki psikolog klinis sebagai berikut :
Psikologi Kesehatan
Seperti yang kita lihat pada pembahasan diatas, renovasi-renovasi di dalam pendekatan-pendekatan memiliki reaksi yang keras terhadap disiplin psikologi sendiri. Karena adanya minat terhadap bidang baru ini, suatu disiplin ilmu baru muncul. Definisi psikologi kesehatan mencakup definisi sebagai berikut :
Tugas professional seorang psikolog klinis adalah mengimplementasikan prinsip dasar psikologis klinis sebagai ilmu terapan. Berkaitan dengan tugas ini, ada beberapa peranan yang dimiliki psikolog klinis sebagai berikut :
| 1. | Terapan Istilah khusus untuk psikologi adalah psikoterapi. Pada umunya terapi menampilkan empat gambaran kegiatan yaitu : Membantu hubungan murni yang bersifat memelihara hubungan antara terapis dan pasien.
| ||||||
| 2. | Assesment Assessment adalah propses yang digunakan psikolog klinis untuk mengamati dan mengevaluasi masalah social dan psikologis pasien, baik menyangkut keterbatasan maupun kelebihannya. | ||||||
| 3. | Mengajar Mengajar adalah memberikan informasi dan pelatihan mengenai topic-topik yang termasuk ruang lingkup pengetahuan yang melandasi profesinya, seperti psikologi klinis, psikologi abnormal, dll. | ||||||
| 4. | Konsultasi Termasuk memberikan bimbingan bagi perseorangan, kelompok atau badan system dan organisasi untuk mengembangkan kualitas diri. Disebut konsultasi karena tujuan psikolog klinis dalam hal ini membantu pasien melalui pekerjaan atau permasalahan mereka.
|
Psikologi Kesehatan
Seperti yang kita lihat pada pembahasan diatas, renovasi-renovasi di dalam pendekatan-pendekatan memiliki reaksi yang keras terhadap disiplin psikologi sendiri. Karena adanya minat terhadap bidang baru ini, suatu disiplin ilmu baru muncul. Definisi psikologi kesehatan mencakup definisi sebagai berikut :
| 1. | Psikologi kesehatan menyangkut bagian khusus dari bidang ilmiah psikologi yang memfokuskan pada studi perilaku yang memiliki kaitan dengan kesehatan dan penerapan dari kesehatan ini. |
| 2. | Penekanan pada peran perilaku yang normal di dalam mempromosikan kesehatan (promosi kesehatan dan pencegahan dasar) pada level mikro, meso dan makro dan menyembuhkan penyimpangan kesehatan. |
| 3. | Banyak bidang psikologi yang berbeda dapat memberikan sumbangan kepada bidang psikologi kesehatan. |
psikologi klinis
Definisi Psikologis Klinis
Menurut Witemer tahun 1912 psikologis klinis adalah metode yang digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik pedagogis. Ada beberapa ciri yang terdapat dalam psikologis klinis :
Orientasi Psikologi Klinis
Terdapat hubungan yang jelas dan dekat antara psikologi klinis dan psikologi abnormal dan kemudian tentu saja psikiatri. Tugas yang dihadapi psikologi klinis adalah memahami masalah-masalah yang dihadapi pasien dan cara pasien menyelesaikan aspek kepribadian. Untuk tujuan orientasi teoritis studi klinis mengenai kepribadian terdapat aspek kepribadian yang perlu dipahami :
Perkembangan kemampuan mengendalikan diri terjadi sejak masa bayi. Tepatnya saat bayi mulai belajar menghadapi frustasi. Ada lima wujud pengendalian yaitu pengendalian berlebih (represi), lemah (under control), tentantif (cemas), terganggu disebut juga sebagai pengendalian yang inadequate dan pengendalian ideal (pengendalian yang melahirkan penyesuaian yang tepat).
Menurut Witemer tahun 1912 psikologis klinis adalah metode yang digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik pedagogis. Ada beberapa ciri yang terdapat dalam psikologis klinis :
| 1. | Memiliki orientasi ilmiah-profesional yaitu adanya ciri berupa penggunaan metode ilmu dan kaidah psikologi, dalam pemberian bantuan terhadap indiovidu yang menderita kecemasan. Psikologi melalui intervensi dan evaluasi psikologis. |
| 2. | Menampilkan kompetensi psikologi, karena psikologi klinis terlatih dalam menggunakan petunjuk dan pengetahuan psikologi dalam kerja professional. |
| 3. | Menampilkan kompetensi klinisi karena berusaha mengerti orang lain |
| 4. | Ilmiah, karena menggunakan metode ilmiah untuk mencapai presisi dan objektivitas dalam cara kerja profesionalnya dengan tetap melakukan validasi untuk setiap individu yang ditangani |
| 5. | Profesional, karena lebih menyumbangkan pelayanan kemanusiaan yang penting bagi individual, kelompok social dan komunitas untuk memecahkan masalah. |
Orientasi Psikologi Klinis
Terdapat hubungan yang jelas dan dekat antara psikologi klinis dan psikologi abnormal dan kemudian tentu saja psikiatri. Tugas yang dihadapi psikologi klinis adalah memahami masalah-masalah yang dihadapi pasien dan cara pasien menyelesaikan aspek kepribadian. Untuk tujuan orientasi teoritis studi klinis mengenai kepribadian terdapat aspek kepribadian yang perlu dipahami :
| 1. | Motivasi Adalah kebutuhan psikologi yang telah memiliki corak atau arah yang ada dalam diri individu yang harus dipenuhi agar kehidupan kejiwaannya terpelihara yaitu senantiasa dalam keadaan seimbang. Pada awalnya kebutuhan itu hanya berupa kekuatan dasar saja. Namun selanjutnya berubah menjadi suatu vector yang disebut motivasi karena memiliki kekuatan dan arah. |
| 2. | Kapasitas Kapasitas adalah karakteristik individu yang adjustic, termasuk dalam hal adalah kapasitas intelektual untuk mencapai tujuannya sendiri dan untuk tuntutan yang dikehendaki lingkungan. Pentingnya pemahaman mengenai kapasitas ini bagi psikologi klinis adalah untuk memperkirakan dalam bidang apa saja dan seberapa kuat individu memiliki sumber stress, baik dalam keadaan frustasi, konflik maupun tertekan. |
| 3. | Pengendalian Yang dimaksud dengan pengendalian adalah proses yang dilakuakan individu saat menggunakan kapasitasnya dan mengekang motivasi impulsive ke dalam saluran yang berguna bagi penyesuian dirinya, yang secara social diterima. |
Perkembangan kemampuan mengendalikan diri terjadi sejak masa bayi. Tepatnya saat bayi mulai belajar menghadapi frustasi. Ada lima wujud pengendalian yaitu pengendalian berlebih (represi), lemah (under control), tentantif (cemas), terganggu disebut juga sebagai pengendalian yang inadequate dan pengendalian ideal (pengendalian yang melahirkan penyesuaian yang tepat).
bulimia nervosa
Bulimia Nervosa
Bulimia Nervosa
DEFINISI
Bulimia Nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan:
- episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya)
- diet yang sangat ketat
- olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge.
Sebagian besar penderita adalah wanita, sangat peduli akan bentuk tubuh dan berat badan dan termasuk golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.
PENYEBAB
Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi faktor-faktor yang diduga berperan dalam terjadinya bulimia nervosa adalah:
- masalah keluarga
- perilaku maladaptif
- pertentangan identitas diri
- budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik.
GEJALA
Binge merupakan suatu keadaan dimana ketika kehilangan kendali, penderita mengkonsumsi sejumlah besar makanan dengan cepat.
Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan.
Jumlah makana yang dimakan selama binge, bisa sangat banyak atau biasa saja.
Stres emosional seringkali memicu terjadinya binge, yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan beberapa penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal.
Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) bisa menyebabkan:
- pengikisan email gigi
- pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
- peradangan kerongkongan.
Muntah dan pemakaian pencahar bisa menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga terjadi gangguan irama jantung.
Penderita cenderung lebih waspada dan merasa sangat menyesal atau merasa bersalah akan perilakunya.
Mereka menyadari kelainan tersebut dan menemui dokter untuk berobat.
Biasanya penderita masih bisa bersosialisasi.
Mereka juga cenderung memiliki perilaku impulsif, menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan serta jelas-jelas mengalami depresi.
DIAGNOSA
Seseorang dikatakan menderita bulimia jika melakukan binge dan muntah minimal 2 kali/minggu.
Petunjuk lainnya untuk penderita bulimia adalah:
- sangat khawatir akan penambahan berat badan dan berat badanya turun-naik dalam kisaran yang luas
- pemakaian obat pencahar secara berlebihan
- pembengkakan kelenjar ludah di pipi
- jaringan parut di buku jari tangan yang digunakan untuk merangsang muntah
- pengikisan email gigi karena asam lambung
- kadar kalium yang rendah dalam darah.
PENGOBATAN
Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:
Terapi psikis (psikoterapi)
Obat-obatan.
Obat anti-depresi seringkali bisa membantu mengendalikan bulimia, meskipun penderita tidak tampak depresi. Tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.
pengertian anorexia
ANOREKSIA NERVOSA
PENDAHULUAN
Setiap orang saat ini terlihat begitu memperhatikan berat badan dan karena kebanyakan orang pernah melakukan diet setidaknya sekali, sangat susah untuk menyatakan diet yang normal dan mana diet yang dapat membahayakan dan kebahagiaan.
Apalagi tahap awal dari suatu gangguan makan bisa sangat susah untuk didiagnosa, kapan suatu diet menjadi suatu masalah kesehatan dan emosi? Kapan kehilangan berat badan menjadi patologi? Menjawab pertanyaan ini sangat susah, terutama apabila orang tersebut belum kehilangan berat badan yang berarti untuk didiagnosa klinis. Bagaimanapun, pertanyaan tersebut penting, semakin awal gangguan makan ditangani, makin besar kemungkinan sembuh. Jika tanda dan gejala dari gangguan makan ini dibiarkan sampai menjadi kebiasaan, orang harus berjuang bertahun-tahun untuk sembuh (1)
DIFINISI
Anoreksia nervosa merupakan salah satu sindroma yang amat khas mengenai gangguan somatik yang penyebabnya berasal dari faktor psikis. Anoreksia nervosa merupakan satu gangguan makan yang ditandai oleh gangguan citra tubuh dan membatasi jumlah makanan dengan amat ketat.
Dewasa ini pengertian anoreksia nervosa lebih banyak diartikan sebagai peristiwa penolakan makan seseorang, yang biasanya oleh gadis remaja, karena ia takut menjadi gemuk atau oleh karena sebab histerik lainnya.(2 )
ETIOLOGI
Faktor biologi, sosial dan psikologi terlibat dalam penyebab dari anoreksia nervosa.
Faktor biologi
Opiat endogen mungkin memberikan konstribusi pada penyangkaan dan keadaan lapar pasien anoreksia nervosa. Penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan berat badan yang berarti pada beberapa pasien yang diberi opiat antagonis.
Kelaparan menghasilkan beberapa perubahan biokimia, yang sebagian juga ada pada pasien depresi, seperti hiperkortikolemia dan non supresi dari dexamethason.
Fungsi tiroid juga tertekan, kelainan ini hanya bisa dikoreksi dengan kaliminasi. Kelaparan juga menyebabkan amenorrhea yang menunjukkan kadar hormon (luitenizing hormon, FSH, gonadotropin, realising hormon). Meskipun begitu, beberapa pasien anoreksia nervosa menderita amenorrhea sebelum kehilangan berat badan yang signifikan.
Faktor sosial
Pasien anoreksia nervosa menemukan dukungan atas perilaku mereka dan pandangan masyarakat akan kekurusan tubuh dan olah raga. Tidak ada gambaran keluarga yang spesifik untuk anoreksia nervosa. Walaupun begitu, ditemukan bukti yang menunjukkan pasien-pasien anoreksia nervosa mempunyai masalah hubungannya dengan keluarga dan penyakit mereka. Pasien anoreksia nervosa mempunyai sejarah keluarga yang depresi, ketergantungan alkohol, atau gangguan makan.
Faktor psikososial dan psikodinamik
Anoreksia nervosa adalah sebagai suatu reaksi dari tuntutan remaja untuk kebebasan yang lebih dan peningkatan fungsi sosial dan sexual mereka.
Pasien anoreksia nervosa umumnya kurang percaya diri, banyak dari mereka merasa tubuh mereka dibawah kontrol orang tua mereka. Melaporkan diri sendiri mungkin merupakan usaha untuk mendapat pengakuan sebagai orang yang spesial dan unik.
Klinis psikoanalitik yang mengobati pasien anoreksia nervosa umumnya setuju bahwa pasien-pasien muda tidak dapat berpisah secara psikologi dengan ibu mereka.
Pasien-pasien anoreksia nervosa merasa keinginan makan adalah suatu kerakusan dan tidak bisa diterima, oleh karena itu, keinginan tersebut harus diabaikan. Orang tua merespon hal ini dengan ketakutan apakah anak mereka akan makan dan pasien mengabaikan ketakutan orang tua mereka. (1,3)
DIAGNOSA
Onset anoreksia nervosa biasanya umur 10 tahun dan 30 tahun. Pasien diluar range ini tidak tipikal, jadi diagnosa untuk pasien ini masih dipertanyakan. Setelah umur 13 tahun, onsetnya meningkat sangat cepat. Maksimum pada usia 17 tahun sampai 18 tahun sekitar 85 % dari pasien anoreksia nervosa, onsetnya antara umur 13 tahun dan 20 tahun.(1,3)
Dalam pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa edisi ke III (PPDGJ – III). Pedoman diagnostik anoreksia nervosa :
Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita.
Untuk suatu diagnosis yang pasti, dibutuhkan hal-hal seperti dibawah ini :
a. Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang maupun yang tidak pernah dicapai) atau Quatelet’s body – mass index : adalah 17,5 atau kurang [Quatelet’s body – mass index = berat (Kg) / tinggi (M2)].
Pada penderita pria pubertas bisa saja gagal mencapai berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan.
b. Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal-hal yang berikut ini :
Merangsang muntah oleh diri sendiri.
Menggunakan pencahar.
Olah raga berlebihan.
Memakai obat penekan nafsu makan dan atau diuretika.
c. Terdapat distorsi “ body image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian yang berlebihan terhadap berat badan yang rendah.
d. Adanya gangguan endokrin yang meluas, melibatkan hypothalmic-pituitary ayis, dengan manifestasi pada wanita sebagai amenorrhea dan pada pria sebagai kehilangan minat dan potensi seksual. (Suatu kecualian adalah perdarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang menerima terapi hormon, umumnya dalam bentuk pil, kontrasepsi), juga dapat terjadi kenaikan hormon pertumbuhan, naiknya kadar kortisol, perubahan metabolisme periperal dan hormon tiroid dan sekresi insulin abnormal.
e. Jika onsetnya terjadi pada masa prepubertas, perkembangan puber tertunda atau dapat juga tertahan (pertumbuhan berhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapat amenorrhea primer, pada anak laki-laki genitalianya tetap kecil). Pada penyembuhan, pubertas kembali normal, tetapi menarche terlambat.(2,3,4)
DIAGNOSA BANDING
Klinis harus yakin bahwa pasien tidak memiliki penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan berat badan (contoh, tumot otak atau kanker).
Kehilangan berat badan, kebiasaan makan yang aneh, dan muntah dapat terjadi pada beberapa gangguan mental, gangguan depresi, dan anoreksia nervosa mempunyai beberapa gejala yang sama seperti perasaan depresi, musim-musim menangis, gangguan tidur, sering merenung, dan kadang-kadang pikiran bunuh diri. Bagaimanapun juga kedua gangguan tersebut memiliki beberapa gejala yang berbeda. Umumnya pasien dengan gangguan depresi mengalami penurunan nafsu makan, pasien anoreksia nervosa mengklaim memiliki nafsu makan normal dan merasa lapar.
Hanya pada stadium yang parah dari anoreksia nervosa pasiennya mengalani penurunan nafsu makan. Preokupasi dengan kandungan kalori makan, resep, ahli dalam mencicipi makanan di pesta, tipikal pada pasien anoreksia nervosa. Dan pada gangguan depresi pasien tidak takut akan kegemukan atau gangguan citra tubuh, seperti pada anoreksia nervosa.
Anoreksia nervosa harus dibedakan dari bulimia nervosa, suatu gangguan dimana terdapat episode Ginge-eating diikuti mood yang terdepresi, mencela diri sendiri dan menginduksi muntah. Terjadi ketika pasien mempertahankan berat mereka dibawah berat badan normal. Lebih jauh lagi pada pasien bulimia nervosa, pasien jarang kehilangan 15 % berat badan mereka.(1,5)
PROGNOSA
Perjalanan penyakit anoreksia nervosa bervariasi, tumbuh spontan tanpa pengobatan sembuh setelah terapi yang bervariasi, berat badan yang turun naik diikuti relaps, penyakit yang secara berangsur-angsur memburuk dan berakhir dengan kematian akibat komplikasi dari kelaparan. Secara umum, prognosa tidak bagus, penelitian menunjukkan tingkat mortalitas antara 5-18 %.
Indikasi bahwa penyakit sudah membaik adalah pangakuan akan kelaparan, berkurang penyangkalan, ketidakdewasaan yang berkurang dan membuktikan penghargaan terhadap diri sendiri. 30 – 50 % dari pasien anoreksia nervosa memiliki gejala bulimia nervosa, dan biasanya gejala bulimia terjadi kurang dari 1 ½ tahun setelah timbulnya anoreksia nervosa.(3)
PENATALAKSANAAN
Terapi yang menyeluruh dibutuhkan untuk menangani kasus anoreksia nervosa, termasuk didalamnya hospitalisasi jika dibutuhkan dan psikoterapi terhadap individu dan keluarganya.
Hospitalisasi
Pertimbangan utama dalam penanganan anoreksia nervosa adalah mengembalikan keadaan gizi pasien, sebab dehidrasi, kelaparan dan gangguan keseimbangan elektrolit dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Bahkan pada beberapa kasus, kematian, keputusan untuk menghospitalisasi pasien didasarkan pada kondisi medis umum pasien dan menjamin kerja sama pasien.(2)
Psikoterapi
Mayoritas pasien anoreksia nervosa membutuhkan intervensi yang berlanjut setelah keluar dari rumah sakit. Bahkan dalam kasus yang kurang parah. Hospitalisasi bahkan tidak dibutuhkan karena kebanyakan pasien mengalami gangguan pada masa remaja tetapi keluarga adalah bagian dari rencana terapi. Meskipun psikodinamik terapi tidak dibutuhkan pada tingkatan awal terapi, terutama jika pasien anoreksia nervosa dalam kelaparan.
Psikoterapi yang berorientasi pada insight hanya berguna pada pasien anoreksia nervosa yang telah stabil.(2)
Terapi biologis
Anti depresiva sering digunakan dan sering berguna. Siproheptadin (periactin) mungkin membantu, karena khasiat samping yang menambah berat badan. Anti depresiva sertonik seperti fluaksetin (prozae), sertralin (zoloft) dan paroksetin (paxil) mungkin dapat membantu.(3)
Beberapa bukti menunjukkan elektrokonvulsiva terapi (ECT) berguna bagi kasus-kasus tertentu anoreksia nervosa dan gangguan depresi mayor.(2)
KESIMPULAN
Anoreksia nervosa adalah salah satu gangguan makan yang paling banyak terjadi pada anak gadis remaja dan wanita muda dan disebabkan oleh berbagai faktor seperti biologi, sosial dan psikososial.
Diperlukan terapi yang menyeluruh dalam penatalaksanaan anoreksia nervosa termasuk didalamnya hospitalisasi, psikoterapi dan terapi biologis.
pengertian trauma
Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi akibat peristiwa yang dialami seseorang. Para Psikolog menyatakan trauma dalam istilah psikologi berarti suatu benturan atau suatu kejadian yang dialami seseorang dan meninggalkan bekas. Biasanya bersifat negative,
Langganan:
Postingan (Atom)